Saturday, September 23, 2006
Jiwa kini merana.
Menunggu entah siapa.
Hati kini sudah kecil.
Tapi ia tidak bererti ku udah melepaskan suata kepercayaan.
Ku tatap dua bola matamu
Tersirat apa yang ‘kan terjadi
Kau ingin pergi dariku
Meninggalkan semua kenangan
Menutup lembaran cerita
Oh sayangku, aku tak mahu
Ku tahu semua akan berakhir
Tapi ku tak rela lepaskanmu
Kau tanya mengapa aku tak ingin pergi darimu
Dan mulutku diam membisu
Salahkah bila diriku terlalu mencintaimu
Jangan tanyakan mengapa karena aku tak tahu
Aku pun tak ingin bila kau pergi tinggalkan aku
Masihkah ada hasratmu ‘tuk mencintaiku lagi
Apa yang harus aku lakukan
‘Tuk menarik perhatianmu lagi
Walau pun harus mengiba
Agar kau tetap di sini
Lihat aku duhai sayangku
Walau apapun yang ku telah megata.
Tidak kira yang lembut ataupun yang kasar.
Akhirnya hati ku tetap sama seperti dahulu.
Karena ku tahu yang ku tidak bisa membuatmu bahagia.
Walaupun ku 'kan bersendirian.
Walaupun mu 'kan ada temam yang lain.
Aku tetap bahagia 'pabila melihatmu bahagia dengan jelita yang lain.
Hasratku 'tuk mu tetap disini.
Kepercayaanku ngak bisa hilang.
Janganlah menanya mengapa,
karena ku juga tidak tau apa jawpannya.
Hanya ingatlah ku tetap kisah & kasihkan mu.
Oh, sayang
Tolonglah jangan bersedih lagi karena dia akan menjagamu.
Dan menjaga hatimu ketika kamu ragu dan pilu.
Ku hanya menunggu disini.
Kamu 'kan mengetahui segalanya pada akhir usia.
Kini ku harap semua 'kan baik untuk mu.
Dan ku tidak kisah kalau ku merana karena kebahagianmu lebih penting.
Jagalah dirimu dan dirinya baik-baik.
Ku Menunggu.
Ku Mencintai Mu.
-Nur Fariha
--- *Reiha@10:35 AM ---
Vignette
Tale of The Heart
Gibberish
Memoir
Vinculum
Kudos